Example 728x250
Daerah

Ayik Bidik Kursi Ketua PWI OKU Selatan, Tekankan Etika, Kompetensi, dan Adaptasi Media Sosial

9
×

Ayik Bidik Kursi Ketua PWI OKU Selatan, Tekankan Etika, Kompetensi, dan Adaptasi Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // Selatan Sumsel, Kontestasi pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mulai memasuki fase penjaringan. Sejumlah nama bermunculan, menandai dinamika baru dalam perebutan kepemimpinan organisasi profesi wartawan di daerah tersebut. Senin (04/05/2026)

Salah satu kandidat yang memastikan diri maju adalah Sri Fitriyana, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Selatan. Figur yang akrab disapa Ayik itu bukan wajah baru di PWI, mengingat sebelumnya ia pernah mengemban amanah sebagai Bendahara PWI OKU Selatan.

Keputusan Ayik untuk maju tidak terlepas dari pembacaan atas perubahan lanskap media yang kian kompleks. Transformasi digital, masifnya arus informasi di media sosial, serta meningkatnya tuntutan profesionalisme menjadi latar yang membentuk arah gagasan yang ia tawarkan.

Dengan pengalaman organisasi yang dimilikinya, Ayik mengusung pendekatan yang menitikberatkan pada keberlanjutan sekaligus adaptasi. Ia menilai PWI OKU Selatan tidak cukup hanya berfungsi sebagai organisasi formal, melainkan harus menjadi ruang kolektif yang mampu memperkuat kapasitas, menjaga marwah profesi, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga  RAPIMWIL I DPW-DPC PROGIB SUMUT TAHUN 2025 : MENDUKUNG PENUH PROGRAM PEMERINTAH & PERKUAT PONDASI ORGANISASI.

Dalam pencalonannya, Ayik mengajukan visi menjadikan PWI OKU Selatan sebagai “rumah besar” bagi wartawan, sebuah organisasi yang solid, profesional, dan adaptif terhadap dinamika media, termasuk media sosial.

Menurutnya, PWI harus menjadi ruang yang tidak hanya menaungi secara struktural, tetapi juga mendorong aktivitas dan peningkatan kompetensi anggotanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas wartawan melalui pelatihan jurnalistik, uji kompetensi, serta penguatan pemahaman terhadap kode etik. Ia menilai sertifikasi kompetensi, setidaknya pada level wartawan muda, merupakan fondasi penting dalam membangun profesionalisme pers di daerah.

Di sisi lain, Ayik juga menekankan pentingnya penguatan fungsi PWI sebagai penjaga etika dan independensi pers. Dalam pandangannya, posisi wartawan sebagai pilar keempat demokrasi menuntut komitmen terhadap prinsip keberimbangan dan integritas dalam pemberitaan.

Baca Juga  Sinergi Edukasi untuk Generasi Emas: Program “Goes To School” Desa Sukatani Hadir di SMK YAPAN

Dalam konteks relasi eksternal, ia menyatakan komitmen untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, tanpa mengorbankan prinsip kebebasan pers. Sinergi tersebut, menurutnya, harus ditempatkan dalam kerangka profesional yang tetap menjaga jarak kritis.

Menariknya, Ayik juga memasukkan pembinaan di bidang olahraga sebagai bagian dari agenda organisasi. Ia menilai potensi wartawan OKU Selatan dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) maupun Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) perlu didukung secara lebih terstruktur melalui kerja sama dengan Dispora dan KONI.

Dengan rangkaian visi dan misi tersebut, Ayik menempatkan isu konsolidasi internal, peningkatan kompetensi, serta penguatan etika sebagai poros utama dalam kontestasi PWI OKU Selatan kali ini.

Pewarta Yusan
Editor Yusan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *