Example 728x250
NasionalRagam

Tujuh Dokter Ramaikan Seleksi Perdana PPDS Anestesi RSUD Jayapura, Papua Cetak Spesialis Sendiri

29
×

Tujuh Dokter Ramaikan Seleksi Perdana PPDS Anestesi RSUD Jayapura, Papua Cetak Spesialis Sendiri

Sebarkan artikel ini

Divisinews.com // JAYAPURA – Upaya Pemerintah Provinsi Papua mewujudkan kemandirian layanan kesehatan memasuki babak baru. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif yang digagas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura resmi membuka pendaftaran perdana dan langsung diminati para dokter setempat.

Hingga tahap penutupan administrasi, tercatat tujuh dokter telah mendaftar dan siap mengikuti proses seleksi ketat untuk menjadi angkatan pertama spesialis anestesi asli Tanah Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, menyambut baik animo tersebut. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara profesional dan transparan guna menjaring putra-putri terbaik daerah.

“Sudah ada tujuh orang yang mendaftar. Nanti mereka akan mengikuti serangkaian tes, mulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan akademik, tes kemampuan bahasa Inggris (TOEFL), hingga wawancara,” ujar Andreas Pekey di Jayapura, Senin, 20/4/2026.

Lebih lanjut, Andreas menjelaskan bahwa dari total pendaftar tersebut, pihaknya hanya akan mengambil kuota terbatas untuk tahap awal. Penerimaan mahasiswa spesialis ini akan dilakukan secara bertahap setiap semesternya. “Kemungkinan untuk penerimaan semester ini, kami akan memilih sekitar lima peserta terbaik,” tambahnya .

Baca Juga  Mendagri Jelaskan Pentingnya Percepatan Pelantikan Kepala Daerah

Program ini merupakan realisasi dari peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) yang bermitra dengan RSUD Jayapura. Kehadiran program studi ini menjadi tonggak sejarah penting di sektor kesehatan Papua yang selama ini sangat kekurangan tenaga dokter spesialis, khususnya di bidang anestesi.

Berdasarkan data yang dihimpun, rasio ketersediaan dokter anestesi di wilayah Papua masih sangat timpang dibandingkan jumlah rumah sakit dan kebutuhan tindakan operatif yang tinggi .

Dengan dibukanya program pendidikan berbasis universitas (university-based) di Uncen ini, para dokter umum tidak lagi harus merantau keluar daerah untuk melanjutkan studi profesi.

Andreas Pekey menegaskan bahwa penyelenggaraan PPDS di RSUD Jayapura adalah solusi strategis untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis ahli. Menurutnya, selama ini banyak rumah sakit di kabupaten terpaksa menunda operasi atau merujuk pasien ke luar kota karena ketiadaan dokter anestesi yang bertugas.

Baca Juga  Satuan Resnarkoba Polres Pasangkayu Tangkap AMFS dengan 3 Sachet Sabu

“Pendidikan spesialis ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menyiapkan tenaga dokter spesialis di Papua tanpa harus keluar daerah. Kami ingin para dokter ini nantinya mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya masing-masing,” tegas Andreas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyambut baik inisiatif ini sebagai wujud nyata keberpihakan kepada putra daerah. Dengan sistem rotasi dan ikatan dinas yang tengah dimatangkan bersama pemerintah kabupaten/kota, para lulusan PPDS ini diharapkan dapat langsung mengisi kekosongan posisi dokter spesialis di berbagai RSUD di pelosok Papua.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Cenderawasih, tetapi juga memutus rantai ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah. (Calvin).

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *